Berawal dari temen kampus yang sering dengerin lagu lagu dari Efek Rumah Kaca dan seorang keyboardis band Indie asal Bogor membuat saya jatuh cinta dan tertarik untuk mengupas lebih dalam lagi tentang musik - musik indie lokal. Selain nadanya yang tenang musik ini memiliki lirik yang memiliki arti penuh makna.
Musik Indie merupakan kepanjangan dari musik independen dan biasa disebut dengan indie music. Musik indie merupakan musik yang diproduksi secara independen. Artinya karya karya musik yang mereka hasilkan tidak berasal dari label rekaman komersial yang ternama. Oleh karena itu, jenis musik yang mereka hasilkan pun bebas dan tidak tergantung dengan pasar yang sedang berkembang. Para musisi dan band indie pun bebas berkarya menghasilkan album dan lagu sesuai dengan ekspresi mereka dan tidak bergantung pada jenis musik yang sedang tren dan populer di kalangan pecinta musik. Meskipun begitu lagu lagu indie yang mereka bawakan tetap mampu populer dan memiliki komunitas khusus penggemarnya, yang kebanyakan berasal dari pecinta musik underground. Istilah indie juga menjadi nama genre musik untuk mendekripsikan jenis dan aliran musik yang tidak mainstream. Macam macam genre indie antara lain adalah indie rock, indie pop atau metal indie. Berikut akan kami sajikan ulasan mengenai sejarah dan pengertian istilah musik dan band indie selengkapnya.
Musik indie mengharuskan para artis dan musisi untuk memproduksi karya karya mereka sendiri lewat label independen. Asal mula musik indie berasal dari kalangan musik underground di Amerika Serikat dan Inggris. Awalnya para label independen yang ada di dua negara itu kesulitan bersaing dengan label rekaman besar yang sudah populer. Memasuki era punk rock, label independen mulai banyak tumbuh.
Di era 1980-an, chart tangga lagu indie pun mulai diperkenalkan untuk memberi wadah bagi karya karya indie bersaing. Band band indie pun mulai bermunculan, seperti The Smiths dan Joy Division di era 80-an atau Nirvana dan Radiohead di era 90-an. Musik grunge yang dipopulerkan Nirvana juga merupakan akar dari musik indie di awal 90-an. Sementara band Radiohead sukses menjadi salah satu band indie terbaik berkat musik musik unik dan nyeleneh yang mereka hasilkan. Bahkan pada tahun 2007 mereka merilis album independen In Rainbows dengan memakai sistem pay-what-you-like dimana para pembeli bebas membayar berapapun untuk membeli album mereka.
Memasuki era modern, mulai diperkenalkan download digital melalui iTunes atau situs download lagu lainnya. Hal ini membuat banyak bermunculan band band indie baru. Mereka lebih memilih berekspresi dengan karya karya mereka daripada harus bergabung dengan label rekaman besar yang bisa mengikuti tren musik yang didominasi muik pop, R&B, rock mainstream atau hip hop.
Meski kebanyakan band band mengawali karir mereka sebagai band indie, namun banyak yang kemudian bergabung dengan label rekaman besar. Ini yang kemudian menjadi dilema bagi band band indie yang mulai naik daun. Kepopuleran band band indie tentu mendorong label rekaman besar untuk mengontraknya. Hal ini mungkin akan berdampak pada naiknya popularitas serta naiknya tingkat penjualan komersil mereka. Namun di sisi lain karya karya musik mereka akan dibatasi dan tidak bisa bebas menghasilkan lagu lagu non-maistream yang biasa mereka hasilkan. Beberapa eks band indie yang kemudian sukses dengan label rekaman ternama antara lain adalah Muse, Coldplay, Keane atau The Killers.
Istilah indie pun sudah menjadi istilah sebuah genre musik, untuk menyebut jenis aliran musik yang tidak mainstream dan berbeda. Subgenre musik indie antara lain adalah indie rock, indie pop dan indie metal. Indie rock merupakan genre favorit di kalangan band band indie. Musik indie rock merupakan akar dari musik alternative rock. Indie rock makin populer di era 2000-an dengan munculnya band band indie sukses seperti Arctic Monkeys, The Strokes atau The White Stripes. Setelah tahun 2010, perkembangan musik indie pun kian pesat hingga sekarang.
Istilah Indie baru populer di pertengahan tahun 1990an. Awalnya Indonesia lebih mengenal istilah underground bagi musik yang ‘lari’ dari trend budaya mainstream. Perkembangan musik luar yang menghasilkan beberapa varian-varian baru seperti grunge, brit pop, hip-hop, melodic punk, dll. Hal ini menyeret anak-anak muda Indonesia pada sekian banyak pilihan bermusik. Selanjutnya di kota-kota besar, banyak bermunculan band-band serta komunitas-komunitas dengan varian musik yang beragam. Sejak saat itu istilah underground mulai digantikan dengan istilah indie. Mungkin istilah underground dirasa terlalu identik dengan musik metal. Maka istilah indie dengan kesan yang lebih modern mulai lazim digunakan.
Pure Saturday menjadi pionir band-band dengan aliran selain metal yang membuat album rekaman sendiri. Grup band ini tercatat mencetak album pertamanya pada tahun 1995 dengan tajuk “Not A Pup E.P”. Keberhasilan mencetak album ini lantas diikuti oleh sederet nama lain seperti Waiting Room, Pestol Aer, Toilet Sound, dll.
Selanjutnya booming Indie semakin menjadi, ketika Mocca (band Swing Pop asal Bandung) sukses menembus angka di atas 100.000 copy dalam penjualan kaset mereka. Keberhasilan Mocca, turut membawa dampak bagi perkembangan musik indie. Selanjutnya deretan nama seperti Puppen, Shaggy Dog, Superman Is Dead, Rocket Rockers, Superglad, dll mencuri perhatian para penikmat musik.
Bahkan beberapa nama di atas, mendapat kontrak dari label-label rekaman besar. Kontrak ini sempat menjadi perdebatan di scene-scene indie. Sebagian dari para scenester menganggap hal ini sebagai pengkhianatan terhadap idealisme independent. Sebagian lagi menganggap ini sebagai peluang memperkenalkan musik mereka secara massal.
Terlepas dari perdebatan-perdebatan tersebut, musik indie tetap mendapatkan tempat di dunia musik Indonesia. Beberapa band seperti The S.I.G.I.T, The Upstairs, The Brandals, The Milo, Bangku Taman, Efek Rumah Kaca, Teenage Dead Star, Seek Six Sick, The Adams, White Shoes And The Couple Company, dan Goodnight Electric mendapatkan tempatnya di hati para penikmat musik. Terakhir delapan album rilisan band dan label indie masuk dalam jajaran 20 album terbaik versi Rolling Stone tahun 2008. Ini membuktikan bahwa kualitas musik band-band Indie di Indonesia sangat baik. Karena mampu bersaing dengan karya band dan label besar (mainstream).
Bahkan dalam hal penyebaran karya, mereka sangat maju. Ketika industi musik mainstream berteriak soal bajakan, beberapa band Indie di Indonesia dengan bangga membagi-bagikan cd album mereka secara gratis. Metode yang bertolak belakang dengan keinginan para produser musik mainstream.
KOIL merilis album “Black Shines On”, membagikannya sebagai bonus Majalah Rolling Stone Indonesia. Langkah ini diikuti oleh Naif dan Rosewood. Sebelumnya The Upstairs melepas lagu mereka secara gratis lewat situs Myspace. Langkah ini meniru band-band luar negeri (Radiohead, Coldplay, dan Metallica).
Semangat-semangat perlawanan juga masih terdengar dalam lirik-lirik band indie di Indonesia. Terakhir kita dengar Efek Rumah Kaca yang lugas dalam merekam realitas sosial. Lagu ‘Di Udara’ misalnya, bercerita soal kematian Munir. Selanjutnya ada ‘Cinta Melulu’, yang mengkritik soal budaya latah musisi Indonesia dalam membuat lirik-lirik lagu cinta. Hits lainnya ‘Jalang’, mengkritik kebijakan UU Pornografi dan Pornoaksi.
Ras Muhammad dengan musik reggae-nya pantas juga disebut sebagai musisi indie yang concern berbicara soal realitas-realitas sosial. Belum lagi jika menyebut beberapa band punk seperti Marjinal dan Bunga Hitam yang hampir setiap lirik lagunya berbau kritik sosial. Hal yang sama juga masih dilakukan oleh band-band lain, seperti Burger Kill, KOIL, Seringai, Komunal, dll. Untuk band-band seperti ini kita pantas mengucap salut. Mereka benar-benar mengadopsi idealisme indie dalam bermusik. Idealisme yang bukan hanya sekedar dimaknai dalam proses distribusi dan produksi kaset / cd, tapi juga dalam karya mereka yang jujur dalam merekam realistas sosial.
Itulah ulasan tentang sejarah dan perkembangan musik indie lokal di negeri tercinta Indonesia.Di blog saya yang selanjutnya saya akan bahas band indie yang lagi up di 2017.
Salam Senja...
http://sumpiuhmp3.blogspot.co.id/2012/06/sejarah-musik-indie-di-indonesia.html
https://www.musikpopuler.com/2014/06/musik-band-indie.html